Kumpulan Puisi Tentang Kehidupan


Ada banyak cara untuk mengekspresikan diri atas ide yang kita miliki. Salah satunya melalui puisi, ataupun syair lagu. Kali ini kami akan memberikan kumpulan puisi tentang kehidupan, yang mencakup banyak sisi.


Mulai dari percintaan, tentang sosial, persahabatan, dan juga keluarga. Sebelum melihat kumpulan puisinya, jangan lupa untuk play video diatas sebagai pengiring puisi kali ini.


5 Puisi Tentang Cinta

1. Dendang Pangandaran

girls


Ini puisi semacam ekspresi si penulis ketika menyukai seseorang namun keadaan tidak sejalan seperti yang diharapkan. Agak tricky sebenernya sih momen kaya gini, tapi ya itulah cara melatih kedewasaan untuk merespon ujian dengan lebih baik lagi.

Dendang Pangandaran

Lembut sapamu
Merdu janjimu
Manis senyum dirimu
Pahit juga hinaan darimu

Begitu mulus tubuhmu
Kasar hati didalam dirimu
Terbentang luas lautan
Terhias cantik mojang Pangandaran

Suara manja penuh pesona
Sapaan sopan penuh rayuan
Uluran mesra jabat tangan
Desahan kata bisikan nama

Wujudmu begitu menjanjikan
Rasamu begitu mengharukan
Lemparan kata tak terlupakan

Air hinaan kau tumpahkan
Banjiran kata menyayat hati
Lagu hinaan kau dendangkan
Lantunan ejekan tak termaafkan

Semoga hatimu seindah senyum mu
Tuhan berikanlah hidayahMu....

 2. Cahayaku

Ekspresi perasaan cinta si penulis ketika bertemu dengan sang pujangga hati. Namun kenyataan tidak mendukung, hingga akhirnya hanya tersimpan memori indah dalam untaian kata-kata.

Cahayaku

Laksana mentari yang menyinari
Gelap gulita menyelimuti hati
Pelita hati terangi bumi
Warna-warni hidup kembali terhiasi

Kasih mu telah hilang dan pergi
Pelita hati yang ku rindukan meredup mati
Kau cahayaku
Semangat dalam hidupku

Jiwa ini lelah mencari
Hanya menanti pertemuan dengan sang pujaan hati
Belaian kasih sayang mu tak akan hilang
Warna perhatian mu tak akan punah

Kau selalu ada
Walau kau telah tiada
Kau cahaya hidupku
Yang selalu terangi jiwaku

Kasihmu tiada tara
Wujudmu tak tergantikan olehnya
Ku merana tanpamu
Begitu hampa hatiku

Tiada lagi cahaya hati
Tiada lagi pelipur lara hati
Yang ada hanyalah penantian sang pujaan hati

3. Pengantin Surga

Ketika sepasang kekasih memadu janji suci, namun takdir berkata lain, hingga kesetiaan hati teruji sampai pertemuan abadi tiba. Sepasang kekasih merupakan belahan jiwa yang saling terhubung batin, ketika hubungan batin ini sudah menjadi bias, boleh jadi itu bukan belahan jiwa kita.

Pengantin Surga

Kala cinta datang
Badai asmara tak mau kunjung pulang
Terpaut dua hati nan murni
Untuk ingin saling memiliki

Bersatu dalam khalayan
Terlarut dalam impian
Bunga-bunga cinta tertanam
Api asmara berkobar

Mengikat janji sehidup-semati
Ikrarkan kata tak saling mengingkari
Maut di tangan Tuhan
KehendakNya tak bisa ditentang

Tandu pengantin telah siaga
Maut telah menjemput raga
Cinta sejati dibawa sampai mati
Bersatu kelak di surga nanti.

4. Perawan Hati

Menjaga kemurnian jiwa merupakan hal yang sulit di era saat ini, khususnya bagi kaum wanita. Namun jika kita bisa tetap lurus, rasa damai dan bahagia terus menghiasi hati sanubari.

Perawan Hati

Busana rapih wajah menawan hati
Kejujuran dan taqwa menghiasi diri
Santun nan anggun dalam tutur kata
Keyakinannya begitu indah sempurna

Mulia hatinya...
Senyum ramah menghiasi paras cantiknya
Ucapan doa selalu terlantun merdu dalam jiwa
Memulai dengan niat tanda keseriusan hatinya

Jiwanya begitu tulus dan suci
Doa ia jadikan sebagai benteng diri
Tak goyah diterjang badai birahi
Tak luntur terbasuh rayuan emosi

Taman surga pantas untuknya ...
Sebagai hadiah atas perjuangan hatinya...
Pertemuan indah telah menanti dirinya....


5. Bunga Cinta

Ini puisi yang simpel sih namun penuh makna, kami sangat apresiasi sekali si penulis karena telah memberikan puisi indah ini. Langsung aja cek dibawah puisi tentang Bunga cinta ini.

Bunga Cinta

Kupersempahkan cinta sejati
Kasih abadi tak terwakili
Benih cinta ku tanam
Asmara hati pun bermekaran

Buah cinta ku petik dalam dada
Manisnya cinta kurasa penuh keagungan
Menyatu didalam hati
Kita berlabuh ke pelaminan suci




Puisi Tentang Ibu 

1. Ibu 

Beruntung bagi kalian yang masih memiliki seorang ibu, walaupun kalian anggap beliau sosok yang menyebalkan tapi dibalik itu semua demi kebaikan sang anak. Jangan sampai waktu kebersamaan dengannya kalian sia-siakan, karena nanti hanya akan menjadi penyesalan.

Ibu 

Kau wanita yang mulia 
Dengan taruhan nyawa 
Kau besarkan aku dengan kasihmu
Kau lahirkan aku
Kau rawat aku
Kau didik aku 

Kasihmu sepanjang masa
Pengorbananmu tak bisa terbayar oleh seluruh emas permata

Ibu... 
Kaulah sang duri yang selalu melindungi sekuntum bunga 
Kaulah matahari didalam hidupku, menyinari tanpa lelah dan selalu penuh arti
Kaulah bagian hidupku, terus bersama, berbagi suka maupun duka

 2. Melepas Ibu Diatas Derita

broken

Penulis puisi ini ingin mendedikasikan puisi ini untuk sang ibu tercinta, pengorbanan sebagai seorang ibu yang harus mengurusi anak-anaknya serta mencukupi kehidupannya. Bukan tugas yang mudah, itu sebabnya seorang ibu merupakan sosok pahlawan yang sesungguhnya.

Melepas Ibu Diatas Derita 

Terbaring dalam pelukan 
Sirnah dalam dekapan 
Tinggalkan sejuta kenangan
Pupus segala harapan 

Terbujur kaku terbalut kafan
Sakratul maut telah menjemput, dikala hati sedang kalut

Derita hidup tak juga sirnah
Ratapan nasib kian menjerit
Berjuang seorang diri
Berkorban tuk permata hati

Kini dia telah tiada
Walau berat harus ku lepas
Walau duka harus kurasa
Sang cahaya hati kini telah tiada

Hidup sebatang kara
Penuh luka dan derita
Lautan hina penuh nestapa
Tiada kasih yang menemani
Tiada pendamping yang sudi berbagi
Hanya dua permata hati yang setia menemani

Tetesan air mata tak terhingga
Pelindung hati telah tiada
Melepas diatas derita, selamat jalan ibunda tercinta

3. Wanita Baja
mother
Kurang lebih maknanya sama dengan puisi diatas, dengan tema perjuangan seorang ibu dalam menggendong keluarganya seorang diri. Tanpa pendamping hidup yang menemaninya.

Wanita Baja

Langit derita menghimpit dunia
Mahkota duka disandang olehnya
Tegar menghadapi badai derita
Tabah jalani hidup apa adanya

Kuat hatinya, jernih pula jiwanya
Semakin cantik pancaran iman dalam kalbunya
Tulus nan suci pengorbanannya
Nestapa hidup menjadi menu utamanya

Jujur dan kasih sayang sebagai pondasinya
Iman dan taqwa jadi senjatanya
Tak akan luntur oleh lautan derita
Tak akan runtuh digempur badai bencana

Kerikil hidup selalu menghadang
Tak akan gentar dan goyah hatinya
Air mata perjuangan menghiasi paras lembutnya
Sebatang kara ia berjuang demi keluarganya

Manis dan pahit ia telan sendiri
Tanpa belas kasih yang mau peduli
Lemah gemulai ia melambai
Lembut dan santun ia bertutur santai

Ucapan kata penuh makna
Hati yang kuat sekeras baja
Ribuan kilo jalan derita ia lalui 
Jutaan rintangan ia lewati
Begitu tabah nan bersahaja
Wanita baja, sang pemberi cahaya

4. Malaikat tak bersayap


mother


Kasih ibu sepanjang masa, tak berharap kembali dan tak berharap diberi, semua dilakukan atas dasar iklas demi keluarga dan demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Contoh perjuangan tulus nan suci bisa kita lihat dari perjuangan seorang ibu, semoga bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca kelak.

Malaikat Tak Bersayap

Kekurangan harta tiada terhina
Nampak perkasa ragamu
Saat kau ulurkan tangan kasihmu
Nampak pesona kemuliaan hatimu

Gubuk reot tempat tinggalmu
Istana surga janji yang Ia berikan kepadamu
Cacat wujud tubuhmu
Tapi begitu sempurna naluri hidupmu

Sesuap nasi rela kau bagi
Walau harus tertatih-tatih kau berlari
Kau angkat pedati melupakan dahaga hati untuk kau beri

Sanubari begitu tulus dan suci
Sebagai malaikat penolong, uluran tangan tanpa pamrih
Walau batin merintih
Kau tetap berjuang diatas iman dan kasih

5. Bidadari Tua
angel
Kadang seorang anak ketika sudah tumbuh dewasa berumah tangga, suka lupa akan sosok ibu yang telah membesarkannya, sibuk dengan keluarganya, namun luput memberikan perhatian bagi sang ibu. Disinilah kesabaran seorang ibu diuji Tuhan, semoga kita semua bisa bersikap adil atas semuanya.

Bidadari Tua

Renta ragamu
Reot wajahmu
Miskin hartamu
Namun di hatiku kaulah nafas hidupku

Kau beri walau tak mampu
Kau tersenyum walau hati merintih
Kau tutup kehampaan dengan senyuman tulus
Walau pedih melanda halus

Wujudmu begitu tua
Namun hatimu begitu mulia
Begitu cantik dedikasimu
Dalam balutan taqwa kau pasrahkan semua beban hidupmu
Demi kebahagiaan sejati kau rela berbagi diatas senyum derita

Maafkan kami...
Kami memang tidak peduli...
Kami sibuk dengan kesenangan kami sendiri...
Jasamu tiada tara dalam hidup ini...



Puisi Cinta Dalam Kehidupan Dunia

Rindu (?)

Potongan adegan muncul tanpa henti
Tanpa aturan ia makin menjadi
Menyeruak kesana kemari
Membawa rasa yang tak kunjung henti

Senyum pun tersungging di bibirku
Debar jantung seolah menyemangati
Membawa gejolak yang tak terdefinisi

Tersentak akan logika yang menyelak
Bergeliat memaksa untuk membuka mata
Alibi menghindari luka ia berkata

Hitungan hari belum cukup mengenalmu
Hitungan minggu belum bisa menilai siapa dirimu
Hitungan berselip harapan selalu mengiringiku

Salahku aku?
Dengan suara lirih ia berkata
Seolah meminta seorang pembela
Karena rasa membawa asa
Asa yang belum tentu berujung nyata

Logikaku mengamuk sejadinya
Rasaku terluka melihatnya
Inginku berbalik arah darimu
Menjalani hidup dengan realita

Namun..
Tak sanggup raga ini menolakmu
Dan mengakui bahwa aku...
Rindu padamu...

----------------------

Ekspektasi

Harapan datang bukan hanya dari diri ini
Dirimu juga yang mengucap sebuah mimpi
Melayang dalam sebuah ekpektasi
Yang bisa jadi hanya sebuah asumsi

Logika sudah enggan menggerakan diri
Disaat diriku hanyut dalam mimpi
Bayang semu menyelimuti hati
Hingga tak tahu dimana harus berdiri

Langkah cemas menyisakan perih
Tersesat jauh dalam ekspektasi
Berharap bahwa semuanya akan terjadi
Rasa yang selalu ingin kumiliki

Perkuat diri, membopong hati
Membuka pikiran melihat segala sisi
Memaksa jiwa untuk menyayangi diri
Karena bahagia tidak akan pernah hadir
Bila diriku hanya hanyut dalam ekspektasi
----------------------

Cinta (?)

Ingin sekali kumelihat rupa cinta
Cinta yang selama ini tak kumengerti maknanya
Cinta yang kukenal hanya berakhir luka
Atau mungkin memang belum tiba saatnya
Kumerindukan merasa dicinta
Seolah matahari hanya bersinar untuk kita
Seolah bintang selalu berkilau menyanjung kita
Ia berkata "Tiap badai akan kita hadapi bersama"
Tetapi kenyataan tak semudah mengucap kata

Tetesan air mata jatuh tak terkira
Melawan gravitasi dengan tak berdaya
Ini bukan hanya sekedar luka
Yang menguras habis jiwa yang dulu bermakna

Tentu saja ku takkan selalu terluka
Karena hidup itu selalu ada dua muka
Dan bumi itu bukan tempat yang fana
Maka dari itu jangan hanyut dengan muslihatnya

(By: Wikensa)
-----------------------


Oke sobat poemers itulah tadi kumpulan puisi tentang kehidupan yang pasti sering kita jumpai. Masih banyak puisi tentang cinta, keluarga, dan puisi tentang kehidupan sosial lainnya. Jadi jangan lupa untuk subscribe dan komen ya.

Ada banyak makna dalam setiap bait puisi yang ada, membangunkan inspirasi kita dalam menatap kehidupan jauh lebih bermakna. Selain kumpulan puisi diatas lihat juga puisi seru lainnya seperti: Puisi Pendidikan Dengan Pesan Moral Kehidupan dan juga Kumpulan Puisi Pendek Renungan Kehidupan

 


Related Posts