-->

Cara Membuat Cerita Fantasi Yang Menarik

    Cara Membuat Cerita Fantasi Yang Menarik

    Cara Membuat Cerita Fantasi
    Cara Membuat Cerita Fantasi



    Cara Membuat Cerita Fantasi Yang Menarik - Menulis cerita fantasi adalah proses yang sangat menyenangkan. Untuk membuat dunia fantasi yang terkesan realistis, Anda harus mendeskripsikan latar secara mendetail, membuat aturan tentang sihir dan hal-hal supernatural, menciptakan tokoh menarik dengan motif realistis, dan kemudian mulai menulis ceritanya. Nikmati proses menulis sambil menggunakan imajinasi untuk menciptakan dunia yang mampu memikat pembaca!


    Cara Membuat Cerita Fantasi



    1. Deskripsikan lingkungan fisik.

    Bagaimana suasana dunia fantasi Anda? Jika Anda ingin cerita yang terkesan realistis, Anda harus menciptakan visi jelas tentang dunia fantasi ini untuk pembaca. Gambarkan langit, bangunan, tanah, dan tumbuhan serta hewan di sana untuk membantu pembaca membayangkan dunia tersebut.

    • Latar cerita dapat dibuat luas atau sempit sesuai keinginan Anda. Misalnya, Anda dapat membuat latar di kota kecil, kota besar, planet, atau alam semesta.
    • Jika cerita berlatar tempat aktual, jelaskan kepada pembaca. Misalnya, seri Harry Potter berlatar di Inggris modern dan transisi ke dunia tersembunyi.
    • Bumi Tengah di The Lord of the Rings adalah contoh bagus tentang penjelasan dunia yang asing sepenuhnya.
    • Masukkan semua indra dalam deskripsi. Seperti apa aromanya, rasanya, dan kelihatannya?

    2. Gambarlah peta jika dapat membantu.

    Banyak penulis terkenal yang menyertakan peta dunia fantasi dalam karya mereka, seperti peta Bumi Tengah oleh J.R.R. Tolkien, untuk membantu pembaca membayangkan latar. Peta akan sangat berguna jika dunia fantasi Anda terbagi dalam berbagai lokasi atau jika cerita melibatkan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Gambarlah peta di atas kertas dan masukkan bangunan utama, kota, sungai, laut, dsb.

    Gambarlah rangkaian pohon untuk merepresentasikan hutan gelap yang misterius. Pilih bintang untuk merepresentasikan setiap ibu kota. Sertakan riak air untuk mengindikasikan sungai, kali, dan laut.
    Walaupun akhirnya tidak dimasukkan dalam karya final, peta tetap dapat membantu Anda membayangkan latar.

    3. Deskripsikan budaya dan keadaan politik di sana.

    Ini merupakan lingkup yang luas untuk menggunakan imajinasi. Ciptakan detail seperti sistem politik, mata uang yang digunakan, praktik budaya umum, dan sejarah tempat itu. Detail ini akan memberi dimensi pada dunia ciptaan Anda dan menjadikannya lebih realistis.

    Jika Anda menulis cerita fantasi di tempat aktual, deskripsikan aspek atau budaya yang berbeda dengan kehidupan nyata.

    4. Tentukan tingkat teknologi yang dimiliki masyarakatnya.

    Pilih periode waktu tertentu sebagai landasan. Jika dunia fantasi Anda ada di masa depan, ciptakan kemajuan teknologi yang futuristik. Jika Anda menulis cerita dalam masyarakat yang lebih primitif, sertakan teknologi dasar, seperti kuda dan kereta, bukan mobil atau skuter.

    Lakukan riset teknologi supaya lebih realistis. Misalnya, jika Anda ingin memasukkan ramuan awet muda, baca artikel tentang proses penuaan. Pahami bagaimana dan mengapa penuaan terjadi supaya Anda dapat menggambarkan cara menunda atau menghentikannya dengan cara yang terasa realistis.

    Jika Anda ingin cerita yang berlatar dunia kuno, cari informasi tentang budaya di masa lalu.

    5 Langkah Menulis Cerita Fantasi yang Meyakinkan


    Menulis cerita fantasi merupakan salah satu proses menulis yang sangat menyenangkan. Untuk membuat cerita bergendre ini, hal yang harus kita lakukan agar cerita tampak realistis adalah dengan mendeskripsikan latar dengan mendetail, mengembangkan daya khayal yang supernatural, menciptakan tokoh fiksi yang tampak realistis, dan barulah mulai menulis ceritanya.

    Nikmatilah setiap proses menulis menggunakan imajinasi seolah kamu bisa merasakan dan masuk ke dalam dunia yang kau ciptakan tersebut. Pembuatan cerita fantasi itu gampang-gampang susah.

    Gampang, sebab ceritanya berdasar imajinasi, jadi sesuka pengarang saja untuk menentukan isinya. Pengarang hanya perlu membuat sebuah dunia ajaib yang mampu mengajak pembaca untuk memasuki dunia yang menakjubkan. Kemudian, buatkan karakter pahlawan penakluk monster ataupun penyihir yang jahat, musuh sang pahlawan itu.

    Cara Membuat Cerita Fantasi - Menulis cerita fiksi yang pendek terkesan lebih susah daripada menulis novel, karena cerita pendek memiliki pola pembahasan yang  sesegera mungkin selesai sehingga kurang terlalu bisa mengekspresikan detail keajaiban di dalam cerita tersebut.

    Namun, deskripsikan cerita fantastis karena menguak segala detaill yang mungkin sulit untuk dikembangkan dalam bentuk kata. Sang pengarang dituntut harus berpikir keras agar cerita yang tercipta tidak membosankan. Hal ini berarti pengarang sebuah cerita fantasi harus relah otaknya terperas melalui proses kreatif menemukan ide ini.

    Secara umum, cerita fantasi adalah salah satu genre cerita yang kisahnya  berisikan tentang hal-hal  yang tidak terjadi di dunia nyata atau tidak mungkin terjadi. Seperti halnya cerita fabel yang tokoh-tokohnya dimainkan oleh binatang dan masih banyak lagi. Namun, jika ingin meninjaunya dalam dunia fantasi modern, kita bisa menjadikan novel yang mendunia karya J.K. Rowlin yang berjudul “Harry Potter” sebagai contoh kisah fantasi yang sangat diminati pembaca, bahkan sekuelnya sudah difilmkan dan diproduksi secara internasional.

    Di Indonesia sendiri, kisah fantasi yang terkenal ada dituliskan oleh Tere Liye. Novel yang dikembangkan Tere Liye ini memiliki judul yang berbeda-beda namun tetap berhubungan seperti Novel Matahari, Bulan, Bintang, Comet, dan lain-lain.

    Sebelum pembahasan kita tentang lebih jauh, berikut ini akan dijelaskan beberapa tips yang bisa kamu ikuti dalam menulis cerita fantasi:

    1. Deskripsikan lingkungan fisik.

    Deskripsi lingkungan fikis ini perlu dilakukan untuk mencapai visi yang jelas tentang dunia fantasi yang kamu ciptakan kepada pembaca yang akan membaca karyamu nanti. Gambaran hal-hal yang bisa terlihat secara fisik atau tidak harus tertulis jelas menlalui deskripsi narasi cerita untuk membantu pembaca membayangkan dunia tersebut.

    Latar cerita yang tercipta pun dibuat secara luas atau sempitnya tergantung dengan keinginan penulisnya. Misalnya, ketika kamu ingin membuat latar di kota kecil, planet, kota besar, atau dunia gaib lain. Jika yang disuguhkan di dalamnya cerita berlatar tempat aktual, maka ceritakanlah detailnya kepada pembaca. Misalnya, seri Harry Potter yang berlatar di Inggris modern dengan mentransisi latar tersebut ke dunia tersembunyi, dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

    2. Buatlah karakter dengan motivasi yang kuat.

    Karakter dan motivasi yang kuat ini berhubungan dengan tokoh yang ada di dalam cerita yang ingin kita angkat. Karakter-karakter ini seperti sifat pantang menyerah, berpihak selalu pada kebaikan, dan masih banyak sifat apik lainnya. Akan tetapi, ketika ingin membuat karakter tokoh utama yang  ingin disuguhkan jangan terlalu sempurna. Berikan gambaran sifat jelek lainnya agar ceritany abisa semakin kuat, misalnya seperti ceroboh, selalu terburu-buru, atau kerap bertindak bodoh.

    Seperti pada kenyataan di dalam kehidupan, tak ada kisah yang terjadi secara kebetulan. Selalu saja tokoh super hero yang menolong ketika kita dihadapkan dengan masalah yang menghadang. Maka, buatkan juga karakter yang memiliki teman yang akan  menolongnya di saat dia kesulitan atau bertindak bodoh. Teman-teman tersebut harus memiliki sifat yang melengkapi karakter tokoh utama. Selain karakter protagonis dan sahabat-sahabatnya, ciptakan juga karakter jahat yang akan menjadi penghalang untuk sang karakter protagonis.

    3. Gambarkan tokoh dalam cerita

    Bayangkan tokoh yang jadi pemeran utama dalam cerita mu itu adalah kamu. Kamu bisa menganalisis penggambaran rupa dan bentuk badan berdasarkan pengembangan imajinasi yang kamu inginkan. Kamu juga bisa memasukan hal-hal seperti apakah ia memiliki kekuatan sihir atau tidak, dan karakteristik yang lainnya. Jika bisa gambarkanlah sketsa para tokoh auntuk memudahkanmu menggambarkan tokoh-tokoh ke dalam bentuk narasi.

    4. Buatlah sejarah dan latar yang jelas.

    Sejarah dan latar yang terdapat di dalam cerita fantasi akan sangat berpengaruh pada jalan cerita. Di samping itu, poin tersebut juga akan semakin menarik perhatian para pembaca memaknai setiap suguhan cerita yang kita gambarkan. Namun, jika cerita fantasi tersebut pendek, latar dalam cerita dapat disesuaikan dengan motif dan karakternya supaya tidak terlalu membuang-buang kata. Jika cerita fantasiyang kamu tulis tersebut panjang, maka deskripsilah sejarah dan latar dunia tersebut dengan sedetil-detilnya dan jangan sampai terjadi tumpang-tindih saat menuliskan sebuah aturan yang dipakai.

    Tidak harus dengan fantasi yang berhubungan dnegan dunia sihir dan tempat-tempat ajaib. Namun juga bisa membuat pola pengembangan dunia sederhana dengan kenyataan yang menakjubkan seperti ada manusia yang menikah dengan kaum peri, yang kemudian memiliki keturunan campuran, dan hidup keturunannya tersebut berbaur dengan para manusia. Dan masih banyak contoh lainnya. Cerita fantasi biasanya selalu dibumbui petualangan dan aksi.

    5. Ending

    Ciptakan klimaks pada ending cerita. Normalnya, klimaks ini erisikan keberhasilan sang hero mengalahkan penjahat dan jenis ending seperti ini menjadi cerita yang memuaskan pembaca di hampir diseluruh kisah fantasi. Di dalam ending ini kamu juga dituntut harus menyelesaikan beberapa aspek emosional agar pembaca dapat melihat tokoh berkembang secara emosional selama cerita berlangsung.

    Misalnya, tokoh dapat bersatu lagi dengan orang tua atau sahabat-sahabatnya dan masih bnayak contoh singkat lainnya. Jika ingin menambah kesan greget, buat saja kenyataan sesungguhnya terungkap di akhir cerita. Hal tersebut akan sangat berhubungan dengan motif utama  yang ingin disampaikan cerita.


    Tags : 

    LihatTutupKomentar