Puisi Pendek Islami Menyentuh hati


Hai sobat Poemers puisi kali ini kami akan mengambil tema seru yaitu puisi islami pendek yang menyentuh hati. Agama islam merupakan agama yang sangat concern dengan hati manusia, bagaimana agar tetap bahagia, dan terus berada di jalan yang lurus walau cobaan banyak menghadang. Untuk puisi islami pendek kali ini akan meliputi beberapa hal yaitu:
  • Puisi Islami Pendek Menyentuh hati 
  • Puisi Islami Pendek Tentang Kehidupan
  • Puisi Islami Pendek Tentang Ibu
Secara garis beras puisi kali ini mengambil temanya kehidupan, namun tidak terlalu panjang bait-bait puisi islami yang ada didalamnya. Langsung aja yuk lihat koleksi puisinya dibawah ini. 

Puisi Islami Pendek Menyentuh Hati 

jilbab

1. Pedoman Hidup 

Al-quran datang sebagai penerang
Sebagai bukti nyata bagi jiwa-jiwa yang tenang
Pedoman hidup bagi mereka yang beriman
Ancaman nyata bagi mereka yang membangkang

Telah disempurnakan rahmat bagi alam semesta
Telah dicukupkan semua ilmu di dunia
Rasul membawa risalah penutup ajaran Yang Maha Kuasa
Jadikan itu semua sebagai pembelajaran yang penuh makna

Jangan terlalu larut dalam dunia yang fana
Akhirat kekal ajal senantiasa kan datang
Lupa tempat kembali, penyesalan pasti terjadi
Jadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup
Bahagia di hati surga pun kian dinanti

2. Renungan Kehidupan Dunia

Lihatlah gunung yang berdiri kokoh
Langit yang melayang tanpa tiang pancang
Lautan luas terpampang begitu luas
Sebagai bukti atas zat Yang Maha Kuasa

Alam dunia bergerak atas kehendakNya
Daun yang jatuh pun atas izin dariNya
Tidak ada daya dan upaya melainkan karenaNya
Pasrahkan diri atas segala cobaan di dunia

Hidup yang fana hanya sementara
Akhirat surga itu bukan sekedar fiksi belaka
Kematian akan selalu hadir disekitar kita
Sebagai bukti bahwa surga dan neraka itu pasti ada

3. Ingat Akan Kematian

Menumpuk harta takkan ada habisnya
Mengejar jabatan takkan ada ujungnya
Selalu ingin terus dan terus lagi
Tanpa mau berbagi atau mengasihi
Sibuk mencari dunia, akhirat lupa tanpa sengaja

Setiap jengkal amalan akan dipertanggung jawabkan
Semua akan di hisab sesuai kadar timbanganNya
Tidak ada manusia yang dirugikan sedikit pun
Semuanya membawa amalan diri masing-masing

Hidup yang sementara, isilah dengan hal yang bermakna
Mengejar akhirat maka dunia akan ikut turut serta
Jangan sampai menyesal tanpa bisa apa-apa
Karena mati adalah hal yang pasti di dunia

4. Mencari Jati Diri

Allah tundukkan dunia untuk ciptaanNya yang sempurna
Tidak ada yang luput dari pandanganNya
Cobaan dan ujian selalu datang berganti
Itulah ciri-ciri alam dunia yang fana kita tempati

Mengeluh tak dapat mengubah dunia
Mencaci takkan bisa mengobati hati
Jadikan sabar dan sholat sebagai fondasi
Agar kita bahagia terus sampai ajal menanti

Harta menumpuk namun hati masih merasa kalut
Bahagia terampas, dunia membekas membawa rasa
Selalu mengejar yang fana lupa akan sebuah makna
Mencari sebuah arti tidak sama dengan mengejar materi

5. Keyakinan Hati

Melangkah maju menurut kehendak sang waktu
Butiran debu terbang membawa pilu
Dunia beserta isinya begitu indah namun terasa semu
Orang-orang datang dan pergi atas kehendakNya
Membawa setiap kenangan terbang dalam angan-angan

Musim terus berganti takkan pernah bisa kembali
Hanya iman dan keyakinan yang selalus setia menemani
Takkan tergoyahkan walau ditawari segunung materi
Keyakinan harus tetap hidup walau raga ini telah mati

6. Jangan Berputus Asa

Indahnya malam bersama rembulan
Bersama sang bintang terangi kegelapan malam
Pintu hati terketuk bertemu sang Illahi
Sholat malam menjadi ajang penyesalan diri

Ampunan Allah seluas jagat raya
Pintu tobat selalu terbuka bagi setiap hambaNya
Jangan berputus asa dalam menapaki dunia yang fana
Karena Allah selalu ada membantu kita semua

Hidup dalam keyakinan lurus
Tidak harus terus mengikuti arus
Semuanya pasti ada maksud dan tujuan
Tidak sekedar ada tanpa membawa makna



Puisi Islami Pendek Tentang Kehidupan

kehidupan

1. Siapkan Bekal Amalan 

Tipuan dunia begitu halus menggoda 
Indah terasa hanyut ke dalam jiwa 
Lupa pada tujuan, ibadah sering ditinggalkan 
Jiwa terbangun namun ajal sudah datang
Penyesalan tak ada artinya dosa-dosa didepan mata 

Siksa kubur penyesalan tak berujung 
Terus menyesal ingin rasanya kembali lagi
Waktu sudah habis pahala semakin terkikis 
Dosa menggunung hati kian menjadi bingung 
Hari penghakiman terasa berat penuh rintangan 

Ingin rasanya mengulang sang waktu 
Memperbaiki setiap amalan-amalan kehidupan
Semoga Allah masih memberikan kesempatan 
Membawa bekal berjalan menuju alam yang kekal 

2. Mencari Sebuah Rasa

Pelangi begitu indah penuh dengan warna 
Namun dia kan pergi jua semu terasa merasuk jiwa
Hujan basahi bumi yang kian merana 
Atas ulah manusia yang tidak mau mencari makna 

Ada banyak  nikmat yang Tuhan berikan
Bernafas salah satu yang sering dilupakan 
Melihat apa yang ada didepan mata 
Tanpa mau mengolah sebuah rasa 

Hanya mengejar kesenangan 
Tidak mau mencari kebahagiaan 
Terus mencari pembenaran 
Atas dosa-dosa yang terus dilakukan

Sudahi saja sandiwara dunia
Bukalah jiwa dengan penuh rasa
Kebenaran akan terus mencari jalannya
Bagi hamba Allah yang gigih mencarinya

3. Mendekatkan Diri

Berjalan maju mengejar mimpi
Waktu terbuang demi sebuah tujuan
Tak ada yang sia-sia dalam perjuangan
Badai cobaan akan terus datang silih berganti
Tapi semua akan indah pada waktunya nanti
Dekatkan diri pada sang Illahi kuatkan niat didalam hati

Tidak ada manusia yang dirugikan
Semua akan diganjar sesuai dengan perbuatan
Kesedihan terasa, Tuhan pun coba diraba
Sebagai cara tuk kembali kepada Sang Maha Kuasa
Ucapan doa penuh ampunan keluar penuh dengan makna


4. Tuhan Sebagai Tujuan

Senang dan duka datang bergantian
Mengikuti pola yang sudah ditentukan
Ada kesusahan pasti akan ada kemudahan
Itulah janji Tuhan bagi hambanya yang bertaqwa

Hitungan Tuhan jauh lebih bermakna
Hitungan manusia hanya sekedar angka-angka
Gapai selalu ridho Sang Penguasa alam
Agar hati tentram, hidup kian terasa berkesan

Puisi Islami Pendek Tentang Ibu

cinta ibu

1. Menemani Sang Ibu 

Lahir dalam dunia yang fana 
Bersama sang ibunda tercinta 
Tulus dalam kasih sayang 
Ikhlas dalam setiap pemberian 

Manusia terbaik yang pernah ada 
Harta berharga melebihi alam semesta
Maafkan atas kesalahanku terdahulu 
Aku akan hibahkan sisa waktuku
Hanya untuk menemanimu, wahai ibuku tercinta 

2. Terima kasih Wahai Ibu

Selalu ada tetesan air mata dalam perjuangan 
Selalu ada jiwa yang tersakiti dalam menggapai tujuan 
Mengurus semuanya tanpa ada yang menopang 
Bertahan hidup diatas pijakan kaki sendiri 
Tanpa mau untuk mengemis harta duniawi 
Kau rela melangkah mencukupi segala materi 
Terima kasih atas apa yang diberikan 
Saatnya engkau nikmati waktu lupakan segala pilu 
Biarlah sekarang aku yang mengurusmu 
Doa dan usaha kuberikan hanyalah untukmu

3. Rindu Kepada Ibu 

Sang ibu perkenalkan aku dengan alam dunia 
Anugerah terindah dari Allah untuk diriku 
Mengajariku cara bersikap tanpa harus disekap 
Mengajariku cinta tanpa membawa rasa
Cinta yang tulus, itulah kasih sayang seorang ibu 
Takkan pernah terganti walau maut datang menanti 

Tak kuasa ku melangkah hidup sendiri 
Tanpa seorang ibu yang selalu setia menemani 
Pasangan bisa saja datang dan pergi 
Sosok ibu takkan pernah terganti
kekal abadi didalam hati 

Terima kasih ibuku tercinta 
Manusia terbaik yang pernah kutemui
Semoga sehat selalu, bahagia menyertaimu 
Maafkan anak-anakmu yang belum bisa pulang menemuimu

Puisi Islami Tentang Kehidupan 


1. Diberi Kesempatan

Musim terus berganti
Hari terus berlalu tanpa lelah
Sang mentari berganti malam
Fajar esok datang membawa terang

Kaki terus melangkah maju
Dosa diri masih saja hiasi bumi

Masih ada waktu tuh berubah
Masih ada harapan tuk bertobat
Selama masih diberi nafas kekuatan
Gunakan tuk mencari mutiara amalan

2. Semua Terasa Sama Saja

Hati kadang senang
Juga kadang gelisah
Tergantung keyakinan kita
Seberapa banyak,
Tentang Sang Pencipta

Keyakinan lemah, sikap menjadi lemah
Keyakinan yang kuat lahirkan akhlak mulia
Semua yang ada bergerak berdasarkan keyakinan
Baik-buruk terasa sama jika jiwa sudah bahagia

3. Terus Sibuk Mencari

Sibuk mencari materi
Lupa kemana harus diamalkan
Larut dalam dunia penuh pesona
Lupa bekal akhirat waktu telah senja
Apa yang dipunya kelak kan diminta
Semua ada tanggung jawabnya
Bukan gratis begitu saja

4. Mencari Bahagia

Hati gundah gulana
Hidup terasa menderita
Walau harta banyak
Namun bahagia jauh didapat

Materi dan hati dua hal yang berbeda
Satu nampak, dan satunya tak nampak
Kita hidup tidak terus menerus visual
Ada hal tak kasat mata yang dibutuhkan
Seperti cinta dan keyakinan,
Tak dapat digambar, tak dapat disentuh
Hanya bisa dirasakan, sulit tuk diungkapkan

Bahagiakan hati perbanyak keyakinan
Kesenangan berbeda dengan bahagia
Senang hanya sementara,
Kelak kita masih merasa menderita
Tapi bahagia sejati terasa abadi
Merasuk damai, tenang tanpa cemas

Puisi Islami Doa Dan Harapan 


1. Tetap Berharap 

Tak lelah mulut ini tuk berucap
Tak lelah badan ini tuk ibadah
Berharap doa tuk dikabulkan
Walau belum, tapi ku yakin akan segera

2. Ditengah Malam Gelap

Malam sunyi ku terbangun seorang diri
Tidak ada kehidupan semua gelap sepi
Menyisakkan seorang diri ditengah malam

Bulan menjadi saksi
Atas sebuah permohonan
Yang terus kupanjatkan setiap malam

Tidak ada rasa kecewa dalam berharap
Tidak ada rasa paksa dalam meminta
Semua murni doa dari hamba yang lemah
Ditengah malam gelap, ku tetap masih berharap

3. Hanya Hamba Yang Lemah
Apa daya seorang hamba yang lemah
Ingin memiliki dunia namun belum juga
Tak mengapa jika hanya sedikit
Bukan perkara jumlah yang penting berkah

Apa daya seorang hamba yang lemah
Ingin memiliki perhiasan cantik dunia
Namun tak juga mendapatkannya
Tak mengapa dunia lepas dari genggaman
Asal akhirat kelak harus kudapatkan…

Itulah tadi beberapa puisi pendek islami yang sarat akan makna kehidupan. Selain itu ada juga puisi seru tentang kehidupan yang tidak kalah seru antara lain: 6 Puisi Kehidupan Penuh Arti lalu ada juga Puisi Kehidupan Bahan Renungan Jiwa

Ada juga puisi cinta yang seru antara lain: Puisi Cinta Islami Bahan Renungan Hati dan juga Puisi Cinta Pada Pandangan Pertama

IG: ibibazhr
Line: ibibazhar




Related Posts