6 Renungan Puisi Kehidupan Penuh Arti


Dalam hidup ada banyak sekali renungan yang bisa diambil pembelajarannya. My Poem kali ini mengambil puisi renungan kehidupan berdasarkan pengalaman pribadi ataupun keadaan disekitar sebagai bahan introspeksi diri.

Dari sekian banyak liku-liku kehidupan terbesit sedikit inspirasi kata-kata dalam puisi. Bagi sobat Poemers yang suka dengan puisi renungan hidup beberapa puisi dibawah ini cocok untuk di ambil pembelajarannya. 

Puisi Renungan Kehidupan

1. Tujuan Hidup 

puisi kehidupan


Orang-orang datang dan pergi 
Seperti hari yang silih berganti 
Ada pertemuan pasti ada juga perpisahan 
Semua sudah menjadi sifat alam yang fana 

Larut dalam kesedihan membuat hancur kehidupan
Larut dalam pujian melemahkan jiwa serta pikiran 
Segala hal ada takarannya, tidak lebih dan tidak kurang
Keseimbangan dijaga kebahagiaan menerpa 

Harta dan tahta bisa hilang dalam sekejap
Amalan kebaikan itulah yang harus dijaga 
Termakan usia untuk mengejar dunia
Tanpa terasa ajal sudah didepan mata

Apa daya nafsu sudah merasuki 
Kesenangan pun selalu dicari 
Tak peduli sesama untuk berbagi 
Hingga penyesalan di akhir hayat nanti

Berbuat baik bukan untuk dibalas kebaikan 
Berbuat baik bukan juga untuk pujian 
Berbuat baik untuk kebahagiaan hati 
Agar nanti kita kembali dengan jiwa yang suci

2. Bangkitkan Semangat

puisi kehidupan

Masa lalu tinggalah kenangan 
Masa depan penuh dengan harapan 
Jalani hari dengan langkah pasti 
Berusaha untuk terus memperbaiki diri 

Mencoba bangkit tuk tentukan arah
Tidak goyah diterpa badai ujian
Hinaan hanyalah ilusi sesaat 
Terus melangkah menggapai impian

Bentangkan layar arungi samudra kehidupan
Diterpa badai diterjang ombak
Inilah kehidupan yang fana 
Penuh dengan cobaan dan ujian 

Lupakan apa kata orang 
Lupakan tentang opini dan persepsi 
Fokus pada tujuan tuk menjemput impian 

Jatuh-bangun hanyalah bagian dari perjalanan 
Apa serunya hidup kalau tidak ada ujian 
Seperti hewan yang tak tau arah tujuan

3. Kosongnya Jiwa

puisi kehidupan

Akal adalah jendela jiwa
Hati membuka hikmah cakrawala
Semua diberikan dari Sang Pencipta
Agar menjadi makhluk yang sempurna

Namun ketika akal tergadaikan 
Kejahatan pasti yang akan terjadi 
Makhluk yang sempurna berubah menjadi hina
Hati tertutupi nafsu untuk memiliki
Tak ada ruang untuk kesadaran
Jangan harap perubahan itu datang
Yang ada hanyalah kegelapan di tengah jalan

Terus mencari kesalahan orang-orang
Tanpa mau sadar akan suatu perubahan
Lebih baik pergi daripada terkontaminasi
Lebih baik mati daripada hidup tak menjiwai

Semua yang diberikan bukan tanpa imbalan 
Semua harus dipertanggung jawabkan 
Tidak ada pengecualian untuk suatu keburukan 

Percuma hidup didunia kalau hanya merusak
Percuma banyak harta kalau tidak ada kebahagiaan 
Semuanya terhempas tak bersisa 
Hanya tinggal kekosongan yang terasa 

4. Hidup Hanya Perubahan

puisi kehidupan

Lintasi hari bersama sang mentari 
Bersama kendaraan yang sibuk mengantri
Terus bergerak bersama tujuan 
Tidak diam dalam kesedihan 

Indahnya hidup tak terasa oleh jiwa yang redup 
Nikmatnya hidangan tak terasa bagi yang tidak bersyukur
Semua menjadi bias tak jelas rasanya 
Menyatu dalam kalbu menjadi suatu kebiasaan 

Berbaur dengan sesama menghasilkan gesekan
Menahan diri tidak larut dalam emosi tanpa kesan
Karena semua sudah digariskan 
Ada yang baik, ada juga yang jahat

Perubahan itu adalah hal yang pasti
Evaluasi diri untuk jernihkan hati 
Fokus pada tujuan kesampingkan gangguan
Waktu yang diberikan harus memberikan kesan 
Jangan sampai lupa akan suatu perubahan
Kelak hanya tinggal sebuah penyesalan

5. Keadilan di Tanah Harapan

puisi kehidupan

Aku berharap keadilan bisa ditegakkan 
Tidak ada pengurangan atas dasar pertemanan
Mungkin ini harapan yang penuh dengan angan-angan
Yang kaya selalu dapat pengecualian 
Tanpa pedulikan aspirasi orang-orang 
Mereka terus bermain diatas meja pengadilan

Pemborosan suatu bangsa adalah pesta bagi kaum kaya
Dalil mereka untuk pembangunan dan perubahan 
Sogok sana-sini demi sebuah pencitraan 
Rakyat jelata dipermainkan diatas tanah harapan
Sebuah keadilan sosial yang semu sedang dipertontonkan 

Penindasan adalah senjata mereka
Kebohongan adalah perisai mereka
Mengendalikan alam bawah sadar setiap orang
Tanpa mau terusik oleh kebenaran 

Tanah harapan harus ada perubahan 
Menuju arah keadilan sejati 
Bukan sekedar omongan ataupun janji-janji
Karena kekuasaan itu selalu datang silih-berganti

6. Renungan Nusantara

puisi kehidupan

Angin berdesis kencang
Ditengah danau yang berkilauan 
Berusaha untuk tidak merasakan penderitaan
Tapi semua terjadi didepan mata memandang

Jeritan keras sang jelata 
Mimpi buruk bagi sang penguasa
Jaraknya sudah semakin jauh 
Walau terlihat semakin dekat

Kepolosan sudah kian hilang
Kemunafikan terus berkembang 
Jangan salahkan keadaan 
Demi sebuah pencitraan semu

Kebohongan terus disebarkan 
Hingga menjadi suatu kebenaran 
Membuat pondasi menjadi rapuh
Angin segar bagi penjajahan

Orang yang sibuk berkelahi 
Tidak akan menikmati pemandangan
Melupakan hak yang telah diberikan
Oleh Tuhan Sang pencipta alam

Tidak ada kekuasaan yang abadi 
Pencitraan menjadi senjata untuk terus mengabdi 
Namun rakyat sudah muak akan janji-janji
Maka revolusi menjadi suatu harga mati


Baiklah sobat Poemers Itulah tadi 6 renungan puisi kehidupan yang bisa diambil maknanya. Semoga enam puisi diatas bisa memberikan inspirasi ataupun referensi dalam kehidupan. Jangan lupa untuk subscribe agar update terus artikel puisinya...^^


Related Posts