Puisi Tentang Kehidupan Bahan Renungan Jiwa


Ada banyak sekali dinamika didalam kehidupan ini. Semuanya berjalan beriringan bersama-sama dalam proses kehidupan. Sobat Poemers yang setia, kali ini puisi tentang renungan kehidupan akan banyak mengupas tentang dinamika kehidupan yang sering kita jumpai.

kehidupan

Puisi Tentang Kehidupan Bahan Renungan

1. Apalah Arti 

kehidupan
Puisi Renungan kehidupan ini mengangkat tema sibuknya seseorang dalam mengejar dunia. Hingga membuat seseorang lupa akan sebuah arti kehidupan sejati. Puisi ini adalah bahan renungan pribadi untuk diambil makna yang terkandung didalamnya. 

Apalah Arti 

Suka-cita rona bahagia terpancar
Berlari kesana-kemari tanpa beban 
Bercanda, berkumpul bersama 
Dalam taman kebahagiaan 

Anak-anak sibuk bermain tak pedulikan keadaan 
Para pemuda sibuk berpesta sampai larut malam 
Semua ada porsinya, tidak usah dikuliahi atau diikuti
Nikmati proses hidup sejalan penuh rasa syukur 

Ada kalanya kita terpesona oleh cinta 
Dimabuk asmara hingga lupa akan arah
Tak pernah bosan oleh kebohongan 
Terus berharap cinta datang dengan sempurna
Padahal cinta itu mirip dengan materi
Selalu dikejar sampai dibawa kedalam hati 

Dulu dipuji-puji akan prestasi 
Waktu berjalan semuanya hilang perlahan-lahan 
Dulu semua orang mendekat mesra 
Waktu kini memisahkan semuanya karena keadaan 

Tertinggal sebuah kesunyian dalam jiwa 
Timbul banyak pertanyaan pikiran
Kemanakah orang-orang itu?
Kemanakah prestasi itu pergi?

Apalah artinya ketenaran 
Jika dibalut dengan citra kebohongan 

Apalah artinya prestasi 
Jika tidak memberdayakan 

Apalah artinya materi 
Jika tidak mau berbagi

Apalah artinya pernikahan 
Jika masih terdapat kesunyian 

Apalah artinya perjuangan 
Jika masih ada kemunafikan

Kembalikan semuanya kepada diri sendiri 
Mau kemanakah kita melangkah
Apakah hanya mengikuti permainan dunia
Atau mengejar kebahagian sejati sepenuh hati

2. Anomali Dunia

kehidupan

Dinamika dunia banyak memberikan keanehan, tidak semuanya bisa dijelaskan secara linear. Karena hidup didunia bukan perkara 1+1 ada banyak dinamika dalam kehidupan yang sulit dijelaskan secara logika. Seperti kesuksesan seseorang berbeda-beda walaupun caranya sudah dilakukan dengan cara yang sama. Semakin yakin bahwa campur tangan Tuhan masih dominan dalam kehidupan.

Anomali Dunia

Ada banyak sarjana namun galau tentang kerjaan 
Memilih untuk merantau berbekal ijazah kuliahan 
Semua lowongan diisi tanpa pedulikan jurusan 
Sebagian ada yang sukses sebagian belum tertampung
Bagian dalam proses arungi sebuah kehidupan 

Hanya lulusan rendahan, tapi mampu memberikan kerjaan 
Memiliki banyak pegawai dari berbagai macam lulusan 
Bergelimang harta tanpa ijazah perkuliahan 
Memberikan pekerjaan bagi ribuan orang membutuhkan

Himpitan membuka jalan bagi kekuatan
Mengeluarkan potensi diluar batas-batas normal 
Potensi diri tak boleh diam tak mengembang
Biarkan dia tumbuh demi membantu kehidupan
Jangan hanya sekedar ikut-ikutan 
Nanti yang ada hanyalah penyesalan 

Yang miskin seringkali menyumbang 
Baik saran maupun pikiran 
Tidak sedikit yang memberikan materi 
Miskin tapi tetap membantu sesama 
Tanpa memandang kasta atau strata

Kekayaan hanya dimiliki oleh segelintir orang 
Mereka-mereka hanya sibuk mengamankan posisi 
Tanpa mau berbagi hanya menghitung untung-rugi
Uluran tangan yang diberikan hanya pencitraan 
Demi suksesnya program semua cara di halalkan
Tanpa mau melakukan dengan penuh kesadaran 
Padahal mereka memiliki kekayaan uang 
Tapi sulit untuk berbagi, maunya hanyalah citra diri

3. Mengejar Impian

kehidupan

Puisi kehidupan kali ini terinspirasi dari pengorbanan seseorang dalam mengejar cita-cita. Memilih salah satu dari dua hal penting merupakan dilema kehidupan. Seringkali kita berada dalam posisi seperti ini. Well, hidup itu pilihan, beranikan diri untuk memilih ketika dua hal sulit untuk didapatkan.

Mengejar Impian 

Berjalan ditengah bebatuan 
Pancarkan sinar penuh harapan 
Mimpi-mimpi dikumandangkan 
Tujuan hidup kini sudah terbentang

Sosok manis turut serta menemani 
Satukan ide dan hati melangkah penuh pasti 
Rasa sayang tumbuh karena keterbiasaan 
Bukan ketergantungan atas kebohongan 

Waktu terus bergulir, tidak mungkin terulang 
Setapak demi setapak dalam proses kehidupan 
Walau badai cobaan dan hinaan datang menghampiri
Api semangat terus menyala didalam diri 

Walau kutau ini sungguh berat 
Tapi mengejar mimpi merupakan keharusan 
Hingga cobaan berat pun datang tanpa pemberitahuan
Penyemangat hati kini sudah berubah haluan 
Lelah untuk terus melangkah dalam cobaan 
Tak kuasa menahan beratnya kesedihan 

Bersama kita telah membangun sebuah cerita
Namun harus kandas ditengah perjalanan 
Tidak usah harus saling menyalahkan 
Takdir sang waktu hadirkan perubahan

Mimpi harus dikejar, tidak ada kata berhenti 
Meninggalkan sang pujaan hati 
Sungguh berat menyiksa diri 
Tapi itu harus dilakukan demi menggapai impian 
Tak perlu penyesalan secara mendalam 
Karena ini hanyalah fase dalam kehidupan 

4. Bahagia Dalam Diri 

kehidupan

Di era dimana semuanya berlangsung secara cepat, secara tidak langsung hasil instan menjadi suatu keharusan. Kita larut dalam proses kehidupan, tapi justru lupa untuk mengejar bahagia dalam diri sendiri. Jangan sampai kita lupa untuk bahagia, karena itu harta jiwa yang paling berharga.

Bahagia Dalam Diri 

Tangis iringi sebuah perpisahan 
Berusaha ikhlas namun apa daya 
Luka kenangan masih tergoreskan 
Meratapi kegagalan
Mengurung diri dalam kesunyian 
Berharap kenangan itu kembali lagi 

Bersyukurlah karena masih merasakan sakit
Tersenyumlah karena sunyi turut serta menemani 
Yang sudah terlepas takkan mungkin kembali 
Yang belum terjadi tak usah dipikirkan kedalam hati
Ubahlah haluan demi sebuah perubahan 

Jangan mau duduk termenung dalam ratapan 
Berbahagialah dalam suatu kegagalan 
Ada hikmah pembelajaran bagi setiap insan 
Jangan mengeluh perbanyak rasa syukur  
Terima semua sebagai proses kehidupan 
Kelak akan ada banyak cerita yang akan dibagikan 

Kegagalan dan keberhasilan hanyalah sebuah opini 
Setiap orang boleh beda pendapat 
Tak usah terlalu dalam tuk dimengerti 
Fokus pada diri sendiri demi mimpi-mimpi 

Bangun setelah keterpurukan 
Adalah modal bagi kesuksesan 
Bukan sekedar angan-angan 
Hanya motivasi demi perubahan

5. Sekarang Dan Masa Depan 

kehidupan

Puisi kehidupan ini terinspirasi dari pengalaman dalam mengarungi kehidupan. Ada banyak momen dimana kegagalan dan keberhasilan datang silih berganti. Terkadang kita justru malah stuck dalam kenangan ataupun galau menatap masa depan. 

Sekarang Dan Masa Depan

Terbuai oleh masa lalu yang begitu jauh 
Sedih dalam kenangan penuh angan-angan 
Berjalan lemah dalam kehampaan 
Membawa beban di hati penuh penyesalan 

Masa lalu sangatlah jauh 
Masa depan penuh dengan tantangan 
Jangan kotori pikiran dengan kenangan 
Fokus pada potensi demi perbaikan 

Berdoa atas sebuah kesalahan 
Mohon ampun atas segala kebodohan 
Ucapkan syukur atas kehidupan 
Karena kita masih diberi kesempatan 

Masa depan itu penuh misteri 
Tidak bisa diprediksi, hanya sekedar opini 
Perbanyak keyakinan diri demi menjawab tantangan 
Tidak dengan keluhan ataupun berharap bantuan

Pijakkan kaki di bumi 
Kuatkan diri melangkah penuh pasti 
Sekarang semuanya kembali dimulai 
Demi perubahan di masa depan 

6. Dunia Fana 

kehidupan

Puisi kehidupan ini terinspirasi dari konsep dunia yang dinamis, selalu berubah-ubah saling mengisi satu sama lain. Sebagai insan di bumi, kita harus bisa beradaptasi dengan keadaan, respon menjadi hal penting dalam menyikapi setiap keadaan. Jangan sampai gagal dalam respon perubahan, hanya akan hadirkan keluhan tanpa ruang perubahan. 
 
Dunia Fana 

Malam tawarkan kesunyian 
Siang pancarkan kehangatan 
Materi bangkitkan kesenangan jiwa 
Semu seperti fatamorgana ditengah jalan

Terlihat nyata namun hanya sesaat
Seperti pancaran indah warna pelangi 
Penuh warna namun hilang seperti fatamorgana

Setelah lewati hari yang panjang 
Kini saatnya bersenang-senang
Larut dalam kesemuan tanpa kesan 
Lupa bahwa esok sudah menanti 

Tantangan sudah ada didepan mata 
Keyakinan diri patut digali 
Demi menjawab tantangan 
Agar tidak larut dalam kesemuan

Pujian datang diikuti oleh kritikan 
Sibuk menjaga pencitraan takut akan hinaan
Maunya menang sendiri tanpa mau berbagi 

Lupa bahwa dunia fana 
Berubah-ubah menurut kehendak sang waktu 
Diatas hukum yang telah ditentukan Tuhan 

Puisi Tentang Kehidupan By Wikensa

Keterbatasan

Segala sesuatu yang ku yakini
Belum tentu menjadi hal pasti

Segala sesuatu yang ku harapkan
Bisa jadi hanya sebatas khayalan

Segala sesuatu yang ku rencanakan
Bisa jadi meleset di depan

Segala sesuatu yang tak kuinginkan
Bisa jadi sudah tersirat dalam suratan

Segala sesuatu yang kupersiapkan
Bisa jadi akan berantakan dan tak terelakkan

Segala sesuatu yang ku doakan
Hanya Tuhan yang tau mana yang ku butuhkan

Tak boleh berhenti karena tersandung kesialan
Jangan lama mengeluh karena ada kesusahan
Jangan lama bersedih dengan penyesalan
Karena hidup tak boleh disiasiakan

Sebagai makhluk yang penuh keterbatasan
Ku hanya bisa terus berjalan
Dengan tulus menerima semua kemungkinan
Tanpa melupakan bahwa Tuhan sang pengatur peran

-------------
Mana yang kau pilih? 

Disaat kau ingin menentukan pilihan
Karena tak ingin selalu hanyut dalam angan
Setiap manusia butuh kepastian
Untuk melangkah maju ke masa depan

Akankah kau memilih hasil dari asumsi?
Berpegangan dari analisa selama ini
Dan agar tak terlalu lama tenggelam
Di tempat yang nyatanya tidak tepat

Ataukah kau akan mengikuti keegoisan hati? 
Yang sesekali berbisik dengan lirih
Dan tak bosan memohon tanpa henti
Mengharap semuanya berjalan sesuai imajinasi
Mana yang akan kau pilih?

-------------
Antara Aku dan Bulan

Kerlip bintang tak henti bersahutan
Menyaksikan rutinitas di angkasa sana
Hingga datang sang bulan yang selalu membuatku terpana

Bulan, kau tampak gembira malam ini
Apa keberuntungan sedang menghampirimu? 
Apa kau masih mau mendengar keluh kesahku?

Bulan pun tersenyum dengan tulus
Mencoba menenangkan hatiku yang resah
Dan merangkul dengan kehangatannya

Apa yang harus kulakukan dengan hidup?
Kenapa terkadang rasanya tidak adil? 
Apakah aku berharga bagi mereka? 

Bulan menatapku dengan penuh perhatian
Menepuk pundakku dengan lembutnya
Mengatakan bahwa semua akan tiba saatnya

Sampai kapan aku harus menunggu?
Ku tau tak boleh banyak mengeluh
Ku juga tau harus berusaha terus menerus

Sang bulan mendengarkan dengan saksama
Walaupun ia tak banyak berkata
Namun ia teman yang selalu ada

Bulan, temani aku lebih lama lagi
Ku tak ingin merasa sendiri
Tolong tinggalah lebih lama lagi

Bulan pun menguatkan pancarannya
Memberikan kenyamanan saat melihatnya
Melupakan segala prasangka yang selalu ada
Hanya hanyut dalam keindahan sinarnya

-----------

Bosan Pada Mereka

Apa yg akan kau lakukan? 
Terdiam menjadi jawaban pertama
Terpuruk dalam semua analisa
Mencari cara untuk memperbaikinya

Apa yg ingin kau lakukan? 
Kau melakukan pendekatan logika
Namun slalu sia sia di mata mereka
Dan kau hanya diam tak berkata

Angan lampau tersimpan bersama luka
Tidak ada kata 'andai' pada setiap realita
Kesempurnaan hanya fantasi semata
Waktu berjalan tanpa peduli liku-liku kehidupan manusia

-----------
*Spesial Buat Admin

Untukmu yang tak terduga 

Saling menyaut kita bertukar pikiran
Tak mengapa walau ada sandungan
Bukan fisik yang umumnya menjadi perhatian
Tapi pola pikirmulah yang aku idamkan

-----------

Hati x Logika

Terima kasih hati
Terima kasih logika
Tak lelah melewati tahapan rumit
Yang selalu berargumen tanpa henti
Mencoba memenangkan kepentingan masing-masing

Namun Kalian bersinkronisasi dengan baik
Kembali Menyamakan visi
Melindungi raga, menyayangi jiwa
Hanya untuk sang pemiliknya
Agar selalu tersenyum selama hidupnya

-----------

Menerima 

Menerima itu tak segampang membalikan tangan
Kalau ada unsur pahit di dalamnya
Menerima itu butuh kesungguhan
Kalau ternyata itu kenyataan yang tak sesuai angan

Menerima itu sebuah pembelajaran
Karena ada unsur yang mesti kau relakan
Menerima itu proses melelahkan
Karena manusia tak luput dari tangisan

Menerima itu mengontrol ego diri
Karena kita tak bisa memaksa pergerakan hati
Menerima itu bentuk sadar diri
Karena kita tak mau hanyut dalam kegelisahan ini

Menerima dengan lapang hati
Disertai dengan doa untuk diri
Dan tak perlu tergesa untuk segera mengakhiri

Karena mulai dari sini
Kita bersiap tuk menyambut
jalan yang lebih baik lagi

------------

Memori denganmu Ayah

Ayah, kupunya satu kenangan yang takkan pudar
Si ikan mas koki bermata besar yang engkau gambar
Ditemani hewan lain yang berdiri dengan gagahnya
Yaitu sang kepiting yang bangga akan capitnya

Kumulai mengikuti tahapan yang engkau berikan
Berharap hasilnya akan sama bagus dengan yang engkau goreskan
Perlahaan garis-garis pun bertatapan
Menorehkan hasil yang cukup memuaskan

Kusadari semenjak itu ku jatuh cinta dengan gambar
Komik pun menjadi benda yang ku kumpulkan
Kuperhatikan detail setiap guratan
Mengagumi hasil karya yang telah mereka kreasikan

Mengendap-endap ku menggoreskan pensil warna
Menggambar kereta yang selalu ingin kukendara
Kereta yang selama ini hanya kulihat di buku semata
Kini terpampang jelas di dinding dekat pintu depan

Tentu saja ibuku menggelengkan kepala
Namun ku tak terlalu memedulikannya
Yang kuingin hanya kertas dan pensil penuh warna
Yang tak henti ditorehkan untuk merajut asa

By: wikensa






Itulah tadi beberapa puisi tentang kehidupan semoga bisa menjadi bahan renungan didalam mengarungi kehidupan. Jangan lupa untuk subscribe dibagian bawah homepage untuk mendapatkan artikel terbaru MyPoem.


Related Posts