-->

10+ Sajak Malam Pendek Kumpulan Puisi Penuh Makna

    My Poem : Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan puisi malam dengan tema sajak malam pendek penuh makna kehidupan sehari-hari. Menikmati suasana malam berikan ekspresi diri tuk diungkapkan dalam bentuk kata kata puisi malam yang indah dibawah ini :

    puisi malam
    sajak malam


    Sajak Malam Pendek


    1. Puisi Malam Berjudul Curah Malam


    Bicaralah pada langit yang sunyi,

    Mengenai hikayat malam kita meritma frame puisi,

    Dan dengar, tak perlu kau mengerti..


    Bicaralah pada angin yang menyepi,

    Jika ada arkib simpati disimpan dihujung laci,

    Dan ingat, tidak ku pinta kau mengakui..


    Bicaralah pada gelapnya sendiri,

    Akan raibnya beberapa mimpi barusan dalam satu janji,

    Dan awas, jangan sampai kau kembali..

    Kerana aku tidak peduli.


    Pelajari Seni Menulis Puisi dan Ekspresikan Diri Melalui Bahasa



    2. Sajak Malam Hari : Mengenai Malam


    Mengenai malam...

    Menyusun aksara keheningan..

    Silir silir merambai daun daun rerantingan

    Lekap kilap Gaung gemintang...

    Mendesaukan Jenggala arca purnama..


    Mengenai malam...

    Mengenai seorang...

    Mengenai yang tercinta...


    3. Sajak Malam Hari : tengah Malam


    Sepertiga malamku


    Bulan tidak sering jadi purnama

    Bintang tidak selamanya berkilau ceria

    Daun tidak selamanya setia pada ranting nya

    Awan tidak selamanya ada di langit birunya


    Roda lagi berputar-putar pada porosnya

    Hujan lebat memberi pelangi selaku hadiahnya

    Senyum yang siapakan tipu semata

    Janji ingkar yang tidak berdaya


    Menginginkan apa yang tidak terang kebenaran

    Inginkan lebih dari semua kemampuaan


    Oh tuhan

    Kertas putih bertinta hitam

    tetes kangen

    jaluran tangan memberikan pernyataan


    salah?

    Kagum pada tiada lampu merah mengenali?

    Remuk?

    Mengasihi walaupun tidak tahu makna?


    Pembohong!

    Pengecut!

    Pecundang!


    Otak kecil dengan hati imut

    Lisan tidak bertulang

    Muka tersuruk kehitaman


    Angakat kepalamu

    Tenagakan tanganmu

    Mengeluarkan air matamamu

    Berkacalah atas perilakumu

    Berdirilah dibalik bayang-bayangmu


    Penglihatan emas berbeda perak

    Tidak berharga walaupun sudah terjual


    Doa yang diperjuangkan

    Di depan tuhan alam semesta

    Berharap akan jawaban

    Walaupun kadang tidak siap dengar satu balasan


    Menyukai dalam diam

    Doakan disepertiga malam


    Tuhanku

    Kutitip ia dalam kasih sayangmu

    Datangkan ia selaku pelindungku

    Penyempurna agamaku

    Saksi atas cintamu


    Pelajari Seni Menulis Puisi yang Menggugah Hati!


    4. Puisi Malam Berjudul Awal Hari


    Di sepertiga malam

    Arsy-Mu terbuka luas menghampar

    Rembulan tersenyum bersama gemintang

    Hatiku mendesah beranak ragu

    Kulangitkan doa di saat banyak mata terpejam

    Tetapi apakah salah bila aku memaksakan minta

    Kepadamu mengenai ia di sepertiga malam

    Di sepertiga malam

    Saat yang pas meluapkan semua berharap

    Dari dalam hati yang mulai merekah

    Dalam doa aku terus-terang mintamu

    Supaya si pembuat merestui semua pintaku.


    5. Sajak Malam Hari : Coretan Malam


    Selamat malam kau idola hati yang jauh di situ,

    Pemilik seluruh cinta dan berlaksa rasa,

    Kepadamulah semua saluran arti yang teratur,

    Engkaulah tempat bertambat berjuta gelora.


    Kau meramu cinta dengan demikian pekat,

    Hingga tidak satu juga kepenatan tersurat,

    Mendekap mu dalam untaian rasa yang tidak bertepi,

    Melihat cantiknya mukamu yang slalu kuingini.


    Ku gambarkan cinta ini untukmu,

    Selaku bait pengantar tidurmu,

    Ku bingkiskan kasih ini untukmu,

    Oleh lantunan kangen yang semakin menggebu.


    Tidurlah sayang dalam hangatnya kasih putih,

    Bebatan hening mengantarkanmu pada deraian mimpi,

    Biarkanlah aku mendesah lirih,

    Rindukan pacarku dalam rona imaji.


    6. Puisi Malam Berjudul Cantiknya Malam


    malam mulai menegur

    Kedengar tapak kaki perlahan-lahan

    Sambil bawa satu helai kain terlilit

    Rupanya kau wanita malam


    Jiwa-jiwa masih terlena

    Tetapi, kamu tlnjg

    Membisikkan kata tidak kedengar

    Seolah Ia punyamu sahaja


    Desir Angin bersuara

    Karena, memkamu ngmu melata

    Hewan kecil tersenyum mesra

    Menyaksikan kamu bertimpuh Kuasa


    Muka mulai meresah

    saat jemari jari mulai meraba dan kaki mulai melalui memijak

    Dibarengi sajak terlempar

    Terpikir hati terbakar


    Sunyi mulai berasa

    Waktu tangan berbaris mengusung

    Lidah membekap

    Jasad tidak akan terpikir

    Rupanya kau wanita malam.


    7. Sajak Malam Hari : Senja Raib


    Senja lenyap,

    Menyatu cedera yang sangat panjang.

    Bak kubangan,

    Kau tinggalkan sejuta angan.

    Menyatu fajar,

    Dan kau menggantikan gelapnya malam.

    Muram,

    Tetapi tanpa ku berkutik.

    Ini takdir,tidak patut jika ku kritik.

    Jadi,kutegaskan,kehilanganmu benar-benar tidak asyik.


    8. Puisi Malam Berjudul  Kangen Malam


    Senja merona

    Mengisyaratkan petang tiba

    Hewan malam mulai menyanyikan lagu


    Saat temaram mulai menyodok

    Sunyi mulai senyap

    Didampingi lentera temaram


    Aku terbaring dalam keheningan

    Lamunan menerawang

    Ke kangen yang dalam


    Kangen yang tidak juga tersampaikan

    Makin dalam


    9. Sajak Malam Hari : Masa lalu Malam


    Tidak kusangka

    Angin malam membuat ku tidak tenang

    Dinginnya malam berasa menakutkan

    Terhempas kan keheningan yang demikian dalam


    Untuk beberapa kalinya

    Ku tulis surat kangen

    Tetapi bukan sembarangan kangen

    Sebab lepas dari belenggu gairah


    Siulan burung gagak

    Tangisan seorang bayi

    Dan alunan gitar tua

    Bersatu serasi dalam sukma


    Akan ku nantikan pagi mendekati

    Melepaskan satu keheningan

    Menyongsong hadirnya kangen

    Yang dibawa oleh si rembulan


    Tersurat dalam puisiku

    Ku katakan mengenai diri kamu

    Yang suka mengiris hati

    Selaku penkamu  rekan sehidup semati


    10. Sajak Malam Hari : Puisi Malam Berjudul Makin Dalam


    Saat malam makin larut

    Aku terbaring dalam keheningan

    Kangen malahan makin kronis

    Entahlah kapan terbalaskan

    .

    Makin malam

    Mulut bungkam

    Mata terpejam

    Terbenam

    .

    Saat aku bangun pagi

    Mentari menyongsong hari

    Aku lupa mengenai kangen tadi malam

    Temaram

    .

    Kembali lagi malam

    Lamunanku jauh menerawang

    Kangen teringat

    Makin dalam


    Sajak Malam Pendek Indah 

    puisi malam
    sajak malam pendek

    puisi malam
    sajak malam pendek

    puisi malam
    sajak malam pendek

    puisi malam
    sajak malam pendek

    puisi malam
    sajak malam pendek


    Sajak Pendek Kehidupan


    1. Sajak Malam Pendek : Mengenai Malam Dan Kamu


    Di antara bintang siang dan mentari malam

    kita terus menyangka apa laknat ucapnya

    di antara teman dekat, cinta dan lawan

    kerap tertanya fizikal jalinan itu

    kelabu dalam pengertian celaru


    Sembilu rekat nyeri di hati

    terwujud mentaliti untuk tafsiran duniawi

    terbantu keinginan saat mengenali diri

    lebih pas, "sedari diri"!


    Bukan merendah bukan meninggi

    aku kemungkinan semua hanya bukan sesiapa

    hanya nama tidak namanya

    atas lkamu san panggilan sahaja

    terkadang terpikir

    di mana maruah yang aku dakap sejauh ini?


    Selanjutnya ini bawa ke kelayakkan

    di antara aku, dan engkau

    sememang tidak terwujud kehendak kau

    karenanya aku imbangi kau dengan bintang siang

    sumber sinar tenang yang raib dilihat

    karenanya aku imbangi kau dengan mentari malam

    membakar orang yang bujuk ketenangan


    2. Puisi Malam Berjudul Rokok Malamku


    Waktu ku sendiri di keheningan malam,

    ku mengharap ada seorang yang temaniku,

    ajakku bergurau tawa sampai ku lupa dengan kerasnya kehidupan ini,

    sentuh jariku supaya ku dapat share rasa dingin yang menyerbuku malam ini.


    Tetapi ku tidak pengin larut dalam angan-angan ini,

    ku mengambil sebatang rokok lalu ku bakar dengan api sekalian tersenyum senang,

    ku isap dengan perlahan-lahan seperti menyampaikan syair_syair cinta untuk seorang,

    ku cicipi rasa manis di ujung filter seperti menikmti kehidupan yang ku jalani.


    Angin yang semula membuatku rindukan sentuhan seorang,

    sekarang berasa berteman seperti asap rokok yang mengelilingiku,

    nikmati sebatang rokok pada malam ini seperti ku sedang menceritakan dengan seorang,

    sekarang malamku tidak kesepian kembali karena ada kamu wahaai rokokku


    3. Sajak Malam Pendek : Hujan Malam


    Hujan yang mengguyur sebentar,

    Tersisa kubangan dalam kesunyian

    Duduk di muka serambi depan.

    Ucapnya merusak keheningan;


    Tetapi biarkanlah sunyi,

    Biarkanlah kujaga malam ini.

    Aku pengin sendiri,

    Menuliskanmu seperti ini.

    Menyingkirkan kangen yang menghujani hati

    Walau di luar hujan sudah terhenti.


    Biarlah, hujan seperti takdir,

    mustahil kembali pada langit lagi.

    Dan aku termenung


    4. Puisi Malam Berjudul Memory Malam


    waktu sepi memenjara pikiranku dalam sunyi:

    tanpa ada berita selesaikan gundah seperti dahaga kekal,

    karena itu kutitipkan pada angin setitik berharap

    yang kuanggap sanggup menyelimutinya pulasmu


    dan di sini aku akan sanggup bertahan,

    dengan seluruh kesabaran,

    walau kau pada kondisi yang paling jemu.


    5. Sajak Malam Pendek : Menangis Malam


    Di bawah salah satunya segi langit,

    Aku terduduk antara sinar lampu taman dan bulan.

    Mengharap satu fenomena kan tiba padaku,

    Membawa juga alunan sendu dari hati.


    Antara pohon yang menari

    Dan antara beberapa jangkrik penyanyi.

    Aku masih memkamu ng langit dengan penuh berharap,

    Satu bintang akan jatuh di hadapanku.


    6. Puisi Malam Berjudul Sajak Pengantar Tidur


    Seakan bersebab

    Kita meritme sedalam gendang rasa


    Nada-nada sesuai jadi

    Menuai masing-masing senar kangen lagu gelora pencinta


    Oh,

    Kau yang membirama selaku nyawa dalam pelaminan asmaraku

    Romansamu hanguskan rembulan di ufuk malam


    Terasanya menghayati di semua tubuhi

    Hayatku tersuguhkan selaku setengahmu


    Oleh karena itu, dengarkan

    Detak jantung mendedau syair semesta kita


    Akan hadiranmu

    Karena itu dalam sajakku tertidurlah


    Puisi Malam Hari

    Puisi Malam
    sajak malam hari

    Puisi Malam
    sajak malam hari

    Puisi Malam
    sajak malam hari

    Puisi Malam
    sajak malam hari

    Puisi Malam
    sajak malam hari


    Sajak Malam Romantis


    1. Puisi Malam Berjudul Sikap Malamku


    Jangan bersikap lembut pada malam yang baik itu,

    Usia tua harus membakar dan mengelu-elukan di penghujung hari;

    Kemarahan, kemarahan terhadap matinya cahaya.


    Meskipun orang bijak pada akhirnya tahu bahwa gelap itu benar,

    Karena kata-kata mereka tidak menimbulkan kilat, mereka

    Jangan bersikap lembut di malam yang baik itu.


    Pria baik, gelombang terakhir lewat, menangis betapa cerahnya

    Perbuatan lemah mereka mungkin menari-nari di teluk hijau,

    Kemarahan, kemarahan terhadap matinya cahaya.


    Orang-orang liar yang menangkap dan menyanyikan matahari saat terbang,

    Dan belajar, terlambat, mereka berduka dalam perjalanannya,

    Jangan bersikap lembut di malam yang baik itu.


    Orang-orang kuburan, hampir mati, yang melihat dengan pemkamu ngan yang membutakan

    Mata buta bisa menyala seperti meteor dan menjadi gay,

    Kemarahan, kemarahan terhadap matinya cahaya.


    Dan kau, ayahku, di ketinggian yang menyedihkan itu,

    Kutukan, berkat, aku sekarang dengan air matamu yang membara, aku berdoa.

    Jangan bersikap lembut di malam yang baik itu.

    Kemarahan, kemarahan terhadap sekaratnya cahaya


    2. Sajak Malam Pendek : Berkenalan dengan Malam


    Aku telah mengenal malam itu.

    Aku telah keluar dalam hujan — dan kembali dalam hujan.

    Aku telah melewati cahaya kota terjauh.


    Aku telah melihat ke jalur kota yang paling menyedihkan.

    Aku telah melewati penjaga di detaknya

    Dan menunduk, tidak mau menjelaskan.


    Aku telah berdiri diam dan menghentikan suara kaki

    Ketika jauh terdengar teriakan terputus

    Datang ke rumah dari jalan lain,


    Tetapi tidak untuk menelepon aku kembali atau mengucapkan selamat tinggal;

    Dan lebih jauh lagi pada ketinggian yang tidak wajar,

    Satu jam termasyhur menghadap langit


    Dinyatakan waktu tidak salah atau benar.

    Aku telah mengenal malam itu.


    3. Puisi Malam Berjudul Tidur Malam


    Tadi malam saat aku sedang tidur,

    Aku bermimpi — kesalahan yang luar biasa! -

    bahwa musim semi telah pecah

    di dalam hatiku.

    Aku berkata: Sepanjang saluran air rahasia,

    Oh air, apakah kamu datang kepadaku,

    air kehidupan baru

    bahwa aku tidak pernah mabuk?


    Tadi malam saat aku sedang tidur,

    Aku bermimpi — kesalahan yang luar biasa! -

    bahwa aku punya sarang lebah

    di sini di dalam hatiku.

    Dan lebah emas

    sedang membuat sisir putih

    dan sayang manis

    dari kegagalan lamaku.


    Tadi malam saat aku sedang tidur,

    Aku bermimpi — kesalahan yang luar biasa! -

    bahwa sinar matahari yang membara

    cahaya di dalam hatiku.

    Itu berapi-api karena aku merasa

    kehangatan seperti dari perapian,

    dan matahari karena memberi cahaya

    dan membuat aku menangis.


    Tadi malam saat aku tidur,

    bahwa itu adalah Tuhan yang aku miliki

    di sini di dalam hatiku.


    4. Sajak Malam Pendek : Hadiah Sederhana


    Berskamu rlah padaku sekali lagi, rambutmu

    Bantal detak jantungku. Sudah hampir

    Sembilan bulan sejak Kamu  meninggal: saatnya

    Terlahir kembali dan isi paru-parumu dengan cahaya,

    Setiap nafas baru terasa sakit dan perlahan lepas.


    Pohon Natal yang terlambat tahun ini, cacat

    Berdiri miring di jendela, bohlam yang digantung

    Berkedip merah dan hijau dan biru. Segera kami bawa

    Keluarga menyajikan dan menyebarkannya di bawah

    Dahan rendah pinus di tumpukan goyah.


    Aku tidak punya hadiah untukmu kecuali ingatan yang terluka ini.

    Dan apa yang kau bawa kembali untukku selain dirimu sendiri?

    Toko suvenir orang mati tetap tutup selamanya.

    Saat ini tengah malam, dan api memakan kayu tua yang sudah dikenalnya.

    Letakkan kepalamu di hadapanku, cintai, dan tenangkan hatiku yang gila.


    5. Puisi Malam Berjudul Malam Tersisa


    Hanya ada satu malam tersisa sebelum Kamu  pergi

    dan dengan cepat melangkah berjam-jam hingga fajar

    dengan ciuman di antara kami, panik, lambat

    seolah-olah untuk membersihkan dunia kita dari apa yang ada di luar

    kecepatan terukur dari hati kembar kita

    yang menari pada waktunya untuk membisikkan lagu dan terpeleset

    di dalam pundi-pundi kami; di sana untuk mendarat melintang

    seolah-olah lautan tak berujung di atas kapal

    menumpahkan kekayaannya, menenggelamkan raja dan semuanya

    hal-hal duniawi yang mungkin dicari oleh manusia

    dari — pernak-pernik, mainan, kesan jatuh

    ke cengkeraman kuat laut tanpa kecuali,

    dan kami adalah air; tak berujung; sebagai laut—

    ketika ditarik, selalu kembalikan padaku.


    6. Sajak Malam Pendek : Kehadiran Malam


    Tersayang, tadi malam

    Yang dalam kegelapan mengguncang bintang-bintang Orion;

    Angin mendesah mengalir putih samar

    Sepanjang pohon willow, dan dahan pohon cedar

    Menempatkan tangan lebar mereka dalam kedamaian diam-diam

    Keheningan berbintang dari lumut antik mereka:

    Tidak ada suara yang menyelamatkan udara yang deras

    Dingin, namun manis dengan Spring,

    Dan di pelukan ibumu, sambil menangis di sana,

    Engkau, hal yang indah.


    7. Puisi Malam Berjudul Pertemuan di Malam Hari


    Laut kelabu dan daratan hitam yang panjang;

    Dan bulan separuh kuning besar dan rendah:

    Dan gelombang kecil yang terkejut itu melompat

    Dalam ikal yang berapi-api dari tidur mereka,

    Saat aku mendapatkan teluk dengan mendorong haluan,

    Dan memadamkan kecepatannya di pasir yang licin.


    Kemudian satu mil pantai beraroma laut yang hangat;

    Tiga ladang untuk diseberangi sampai sebuah peternakan muncul;

    Sebuah ketukan di panel, goresan tajam yang cepat

    Dan semburan biru dari korek api yang menyala,

    Dan suara yang tidak terlalu keras, melalui suka dan duka,

    Dari pada dua jantung yang berdetak satu sama lain!


    8. Sajak Malam Pendek : Malam Musim Panas, Tepi Sungai


    Dalam kegelapan musim panas yang lembut dan liar

    Berapa banyak dan banyak malam kita berdua bersama

    Duduk di taman dan mengawasi Hudson

    Mengenakan lampunya seperti spangles emas

    Berkilau di atas kain satin hitam.

    Rel di sepanjang jalur berkelok

    Rendah di tempat yang menyenangkan untuk membiarkan kita menyeberang,

    Dan menuruni bukit sebatang pohon yang bermekaran

    Melindungi kami,

    Sementara ciumanmu dan bunganya,

    Jatuh, jatuh, kusut di rambutku


    Puisi Malam Pendek

    puisi malam
    sajak malam pendek

    puisi malam
    sajak malam pendek

    puisi malam
    sajak malam pendek

    puisi malam
    sajak malam pendek

    puisi malam
    sajak malam pendek


    Itulah tadi contoh kumpulan puisi malam dengan tema didalamnya sajak malam pendek, semoga bisa memberikan referensi bacaan sekalian ya, dan jangan lupa untuk subscribe blog Seuntaipuisi melihat update konten puisi selanjutnya…


    LihatTutupKomentar