Kumpulan Puisi Tentang Alam Disekitar Kita


Untuk kedua kalinya kami memberikan puisi tentang alam. Kali ini puisinya mencakup banyak hal, baik itu puisi keindahan alam dan juga puisi tentang alam disekitar kita. Sobat poemers, puisi itu bisa menjangkau makna terdalam bagi suatu keadaan.
Kali ini kami ingin berbagi inspirasi puisi tentang alam yang berhasil kami rangkum. Semoga bisa memberikan makna bagi segenap pembaca puisi.

5 Puisi Keindahan Alam 

puisi alam


Pesona alam disekitar kita memberikan banyak ragam bentuk keindahan yang bisa kita nikmati. Untaian kata puisi dibawah ini menggambarkan keindahan alam disekitar kita terangkum dalam bait-bait dalam puisi. 

1. Belajar Dari Alam 
puisi alam

Aku melihat ombak berlari-lari menerjang pantai
Semua kemarahan mereka buang ke dasar samudra
Kulihat langit begitu biru, ditemani oleh sinar sang mentari
Menyebarkan panas kebahagiaan dengan cahaya yang berkilau

Bilah rumput panjang bergoyang, diterpa angin sepoi-sepoi
Menari riang dengan alunan ringan
Nyanyian burung terdengar riuh diantara pepohonan
Penuh santai dengan nada-nada kebahagiaan 

Aku terduduk diam menikmati harmonisasi alam sekitar
Menonton dan mendengar mereka dengan penuh suka cita
Bagaimana mereka bisa bergerak akur bersama-sama
Ditengah dunia yang semakin gila merajalela

Aku menahan amarahku, membiarkan kebahagiaan mengalir dalam nadiku
Agar kehidupanku berlangsung damai sepanjang hari
Agar kita tidak melupakan hal-hal kecil setiap hari
Agar bisa menikmati tawa, kesenangan, dan sentuhan cinta dari sang alam

Seandainya kita tidak egois terhadap alam disekitar
Kita dapat menikmati lantunan suara-suara kehidupan 
Jangan biarkan eksistensi mereka hilang
Harmoni kehidupan akan sirnah, merusak semua tatanan kehidupan

Air dan udara saling bergesekan tanpa harus saling bermusuhan
Sudahkah kita menghargai mereka seperti menghargai diri kita sendiri
Ataukah kita memang terlalu egois untuk bisa hidup di alam ini
Nikmatilah alam disekitar selagi mereka masih menyanyikan lagu kehidupan



2. Berkah di dalam Hutan 

Mari kita masuk kedalam hutan yang rindang
Untuk melihat keindahan alam bumi pertiwi
Kita akan berjemur dibawah pepohonan yang bercabang
Dan menikmati suara alam menyusun karya agung sang Pencipta
Seperti seorang penyair yang sedang mengembara mencari bait-bait kehidupan

Berjalan ditengah sinar matahari yang terhalang pepohonan
Menenun jejak langkah mengikuti cahaya petunjuk jalan
Mereka menaungi kita dikala musim panas tiba
Memberikan kita kebebasan berpikir dalam penatnya kehidupan

Ayo kita nyalakan api unggun di musim gugur
Dihiasi banyak warna keajaiban alam disekitar kita
Ditemani daun-daun berguguran penuh warna-warni yang indah
Seperti bara yang terlepas dari sumbernya yang berapi-api

Lalu berjalan di hutan musim semi dimana kita akan menuai hasil
Melihat rerumputan dan dedaunan tumbuh hidup kembali 
Mereka seperti habis terbangun dari tidur panjangnya

Cabang-cabang pohon kembali lagi dengan penuh warna hijau
Kehidupan terlahir kembali didalam simfoni bumi pertiwi

Sesekali luangkanlah waktu untuk menjawab panggilan sang hutan
Untuk melihat keindahan hidup dan keajaiban didalamnya

Dengarkan dengan hati dan rasakan harmoni disekitarnya
Kita mungkin dapat menangkap pesan yang mereka sampaikan 
Untuk terus menjaga dan melestarikannya, agar simfoni ini tetap hidup kekal abadi

3. Kerinduan Alam 

Aku merindukan alam liar
Merasakan angin bergerak lembut ditubuhku
Seperti seribu ciuman halus penuh kasih

Aku merindukan alam liar nan bebas
Bau harum dari pepohonan, serta tanah yang menempel di kakiku
Daun dan rumput menari-nari menyambut kehadiranku
Aku datangi mereka dengan sejuta senyuman manis

Alam liar yang ku rindukan...
Deru sungai memompa jiwa
Suara gesekan air di bibir pantai cinta

Aku baringkan tubuhku diatas karpet rumput yang dingin
Menatap sang rembulan yang tersenyum kepadaku
Ditemani sang bintang yang bersinar genit kepadaku

Indahnya momen bersama liarnya alam disekitar
Tanpa ada yang mengganggu
kami saling memadu rindu

Tanpa motif dan tanpa paksaan
Kami curahkan semua dalam harmoni kehidupan




4. Jejak Alam 

Pada hari pertengahan musim semi yang indah
Mari kita tengok sebentar jejak sang alam.
Bernapas dengan aroma segar enak di dada,
Menikmati angin sepoi-sepoi menari di rambutku

Rumput menyodok di antara jari-jari kaki.
Bau bunga terhirup pelan hidungku.
Awan baris-berbaris di langit biru
Bersama cahaya emas menatap diriku dengan lembut

Suara lebah berdengung indah
Mendaki pepohonan yang tinggi diatas pucuk
Lihatlah ke seberang jalan padang rumput
Dan aku melihat rusa muda sedang bermain lincah.

Perhatikan arus dingin yang mengalir merdu
Tangkap kilasannya dalam sekejap.
Semuanya terdengar baik-baik saja
Rebahkan diri disekitarnya

Luangkan waktu sejenak untuk menarik nafas 
Dan biarkan sang alam menceritakan kisahnya
Dengan suara pelan nan syahdu

5. Tuhan Sang Pencipta Alam

Malam musim gugur yang penuh kesejukan
Dengan bintang mengisi malam menjulang tinggi.
Tuhan, pencipta yang agung penuh kasih
Menghias langit penuh dengan cahaya indah kehidupan

Sebuah taman diterangi oleh sinar rembulan
Seekor mawar dicium oleh tangan-Nya.
Keindahan yang dibalut oleh kelembutan alam
Bahkan potongan pasir terkecil sekalipun terlihat indah penuh makna

Kelopak bunga mawar
Bersinar di malam hari
Sang penguasa alam semesta
Menghiasi bumi penuh dengan warna cinta dan kasih-Nya

Dari kekosongan Dia ciptakan keberadaan
Dari gelap Dia ciptakan cahaya kehidupan

Sang Pencipta 
Dia tundukkan seluruh alam
Bagi manusia yang Ia ciptakan dengan sempurna

Agar kita bisa hidup dan mencari petunjuk
Menikmati keindahan alam, dan seberkas jalan dari-Nya

Agar kelak kita kembali dengan jiwa yang penuh syukur 
Tanpa penyesalan, yang ada hanyalah kebahagiaan hidup

5 Puisi Tentang Alam Bumi

1. Siapakah Angin itu...?

Apakah anda pernah melihat angin?
Anda mampu melihatnya dengan mata telanjang?
Siapa diantara kalian yang pernah melihatnya?
Bukan saya ataupun anda

Lihatlah kearah langit
Para angin bersembunyi tapi mereka tetap hadir diantara kita
Lihatlah awan yang bergerak, siapa yang menggerakkan mereka?

Lihatlah kearah pepohonan
Daun dan rantingnya bergerak tanpa henti
Siapa yang membuat daun dan ranting itu bergerak?

Lihatlah rumput di padang yang luas
Mereka bergoyang searah menari tanpa henti
Siapa yang membuat mereka menari indah seperti itu?

Apakah anda pernah melihat angin...?
Aku hanya bisa merasakan kehadirannya
Menerpa wajahku dengan lembut
Berhembus dengan pelan disekitarku

Kita rasakan kehadirannya
Tapi kita tidak dapat melihatnya

Sesuatu yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada
Yang kita butuhkan adalah rasa untuk merasakan itu semua

2. Bergulirnya Musim 

Musim hujan selalu membawa hawa dingin didalamnya
Rintik air berjatuhan tanpa henti penuh makna kehidupan
Bagi kami inilah momen yang menyenangkan
Menatap mereka sambil ditemani susu coklat hangat

Saat musim hujan telah pergi
Hijau rumput kembali hadir mewarnai bumi
Mawar dan tulip tumbuh segar alami
Lebah kembali berdengung merdu
Diiringi nyanyian burung-burung hiasi hari nan syahdu

Para domba kembali mencari rumput
Diiringi lonceng sapi berdering kencang
Sinar matahari mengawal mereka sepanjang hari
Semua orang menjalani hidup dengan tenang

Lalu tiba saat dimana dedaunan berubah warnanya
Kuning, dan coklat keemasan menjadi ciri khas mereka
Banyak kegiatan yang dijalani disaat seperti ini

Membersihkan tumpukkan daun yang jatuh
Hingga memberikan air bagi para tumbuh-tumbuhan

Semua itu kita lakukan agar bisa hidup serasi dengan alam
Bergulirnya musim sebagai pertanda waktu kehidupan manusia
Agar kita dapat mengambil makna dari itu semua

3. Wahai Manusia 

Sebelum kalian lahir, bumi ini telah hadir terlebih dahulu
Memberikan kehidupan bagi para satwa dan tumbuh-tumbuhan
Sang bumi pertiwi menanggung beban mereka semua tanpa pamrih

Pesona ragam hayati alam terpancar indah
Keanekaragaman merupakan berkah kehidupan 
Tapi kenapa kalian hancurkan ini semua...?

Wahai manusia, kenapa kalian berbuat seperti itu...?
Bumi menjaga kalian dari marabahaya
Memberikan kehidupan yang layak bagi kalian
Memberikan keamanan tempat tinggal yang hakiki
Kenapa kalian rusak itu semua...?

Bumi pertiwi telah begitu baik kepada kita
Seperti induk ayam yang mengasuh anaknya dengan penuh kasih sayang

Kenapa kalian sakiti bumi ini tanpa belas kasihan sedikitpun?
Kenapa kalian hukum bumi ini dengan hasrat ingin memiliki?

Apakah kalian tidak takut jika alam ini murka?
Sudahkah kalian persiapkan itu semua?

Mungkin kalian lupa apa yang terjadi di masa lampau
Kebakaran hutan, tanah longsor, dan tsunami
Apakah kalian tidak takut terhadap alam yang sedang murka?

Walaupun kalian menyakiti sang ibu pertiwi
Dia tetap saja memberikan tempat bagimu untuk ditinggali

Walaupun kalian rusak alam ini dengan keegoisan dalam diri
Dia tetap memaafkanmu dengan cahaya kasih dipagi hari

Wahai manusia kenapa kalian tetap bersikeras seperti ini?
Batu yang keras akan retak dengan tetesan air 

Kesadaran hidup dibutuhkan agar bisa harmonis menjaga alam ini
Semoga kelak bumi menjadi tempat tinggal seperti sedia kala
Tanpa pengrusakan, tanpa pemaksaan, dan tanpa penggusuran.

4. Padang Rumput 

puisi keindahan alam

Padang rumput membentang sejauh mata memandang
Terlihat jelas dengan mata telanjang
Warna kuning jagung dan gandum menghiasi sekitar
Panen besar segera dinanti penuh suka cita
Dengan balutan rumput sebagai pondasi bumi pertiwi

Dahulu kala, kerbau dan sapi menjelajahi tempat ini
Para kepala suku saling bertempur merebutkan tanah subur ini
Namun seiring berjalannya waktu, semuanya berubah

Menjadi bagian dari sejarah masa lalu
Bagi sebagian orang ini menjadi misteri kehidupan

Padang rumput masih menawarkan pesona keindahan alam
Kilauan cahaya emas menyinari pagi penuh arti

Bunga dan pepohonan bergoyang mesra menyambut hari
Dan semua itu bergulir sesuai musim yang telah dinanti-nanti

5. Indahnya Bumi

Lihatlah kawan pegunungan yang masih hijau
Lembah-lembah bukit yang masih subur dan berkilau
Semuanya itu milik kita, hargailah mereka sebagai pemberian
Harus kita syukuri dengan merawat mereka, dan menjaganya

Lihatlah samudra yang berkilai biru tanpa batas
Tersenyumlah, dan nikmatilah itu semua selagi bisa
Berenanglah dengan ikan-ikan disekitar
Rangkul mereka dengan penuh kasih tulus
Karena semua itu untuk kita, dan milik kita

Lihatlah bintang-bintang yang bersinar tanpa lelah
Mereka berpijar setiap malam tanpa kita tau dari mana pijaran itu berasal
Ketahuilah batas-batas ruang dan waktu
Karena itu adalah harta dan karunia hidup manusia

Buatlah semua itu sebagai koneksi
Agar serasi dan harmonis tanpa harus tau mengerti arti 
Itulah sebagian dari keindahan bumi yang kita duduki ini

Bumi itu luas belajarlah untuk menghargainya
Sebagai gantinya kita dapat merangkulnya lebih erat 
Tanpa harus merusak, dan tanpa harus mengubahnya
Itulah harmonisasi alam disekitar kita
Jagalah itu baik-baik agar kita serasi dan bahagia selalu


5 Puisi Alam Tentang Lautan  

1. Hamparan Laut

puisi tepi pantai

Deburan Ombak menerjang jari kaki ku
Hempasan air laut menerpa hidungku dengan lembut
Pasirnya menyentuh halus kulit kakiku

Tempat dimana aku menyaksikan keindahan alam 
Tepat hadir dihadapan ku tanpa penghalang sedikitpun

Perlahan, airnya naik menggenangi betisku
Air garam terasa pekat dalam genggamanku
Cangkang melayang terperangkap di air pasang
Kepiting kecil terapung didalamnya

Air laut menaiki tubuhku 
Berjuta ciuman dari bibir laut untuk diriku
Sebuah belaian lembut dari sang biru
Seperti pelukkan dari seorang kekasih

2. Berjalan di tepi pantai 

Aku melihat kedalam air biru
Terdengar desiran gelombang air indah nan merdu
Sebuah tempat yang damai dan menenangkan kalbu
Saling berjalan bergandengan tangan 

Melintasi bibir pantai ditemani ombak yang menerpa lembut
Pasir putih terasa halus disetiap pijakan langkahku
Bau khas garam laut membuatku ingin mendekat
Terlihat pemandangan yang begitu indah dan manis untuk dinikmati

Seolah-olah mereka memanggilku
Mengajak untuk bermain bersama
Meninggalkan beban pikiran masa lalu
Menjernihkan hati dan jiwa 

Bebatuan terukir alami oleh ombak
Seperti pahatan patung yang dilukis indah 
Ini seperti melihat cinta sejati nan tulus
Tanpa paksaan dan tanpa saling menjatuhkan

Saat ombak menerjang
Aku merasakan kekuatan besar dalam diriku
Halus dan lembut namun kuat dari dalam
Dengan sinar mentari memberikan rasa hangat ditengah dinginnya ombak

Kapal-kapal berlayar pelan di kejauhan
Sebuah karunia Tuhan diatas daratan biru
Air mata menetes haru
Deras membanjiri pasir putih

Nikmati momen indah di bibir pantai
Aku habiskan waktu berjalan di tepi pantai
Menikmati angin dan ombak menerpa tubuhku
Sambil menantikan sang fajar kembali pulang di hadapanku 

3.Suatu Hari di Tepi Pantai

Ombak laut menyapaku dengan lembut
Butiran pasir pantai bercengkrama dengan si biru
Ikan-ikan berenang bebas di tepi pantai 
Dikelilingi kerang yang terbasuh ombak biru 

Pasir putih bergeser kedalam lautan
Membawaku dekat ke bibir pantai
Tanpa terasa ombak menerpa kakiku dengan hangat
Terus berulang-ulang tanpa henti
Begitu nyaman dan menenangkan hati

Lagu laut ku nyanyikan 
Menyambut mentari yang hendak turun
Sebagai tanda mengakhiri momen kebersamaan ini

4. Putri Duyung

Aku tahu tempat dimana dunia ini masih ada pertama kali
Dimana ruang dan waktu tidak saling terikat satu sama lain
Aku tau tempat dimana hati dan jiwa menjadi satu
Dan banyak lagi kisah yang tak bisa ku jelaskan 

Sebuah tempat untuk beristirahat dengan tenang
Walau sekujur tubuh merasakan sakit ini
Dan mataku menengok keatas langit tajam 
Seolah-olah gravitasi tidak ada artinya lagi

Aku tau sebuah tempat dimana saya harus melepaskan semua dan pergi berlalu
Kematian datang tak kuasa menahan kubur
Nafasku hancur seperti kaca berkeping-keping

Tapi ada suatu tempat yang begitu indah namun mematikan
Membuatku tertarik untuk memasukinya kedalam 
Dunia samudra biru terdalam, sebuah dunia indah yang penuh misteri
Aku akan kembali dengan kisahku selanjutnya
Setelah permukaan berhasil memisahkan kita

5. Simfoni Biru 

Angin berhembus pelan
Aku bernafas dalam-dalam
Memejamkan mata dengan kencang
Pandangan gelap tanpa seberkas cahaya
Rasanya seperti mengapung di udara yang tipis

Ini santai sekali...
Ini menyegarkan sekali...
Ini damai sekali...
Inilah alam biru kehidupan

Seolah-olah aku terbang melayang...
Dan bergerak tak kenal henti...
Dan jangan pernah mati...

Itulah tadi kumpulan puisi tentang alam disekitar kita. Semoga kumpulan puisi diatas membuat kita semakin menghargai alam dan menjaga kelestariannya. Karena itu salah satu kunci hidup serasi dan harmonis. Oke sobat poemers sampai ketemu lagi di artikel puisi selanjutnya, jangan lupa untuk subscribe ya....

Jangan sampai alam menjadi rusak karena ulah kita sebagai manusia. Tuhan sudah memberikan alam secara gratis untuk penuhi kehidupan kita di muka bumi, semoga kita dapat menjaga alam agar lebih lestari lagi. Bagi kalian yang ingin melihat puisi lainnya bisa lihat di: Puisi Pendek Tentang Cinta dan juga Puisi Cinta Sedih Tragedi Hati


Related Posts